ad

Senin, 16 Mei 2016

3 Penyebab Pembunuh Melakukan Mutilasi


mutilasi
Kasus pembunuhan disertai mutilasi seakan marak terjadi di negeri ini. Pelaku dengan sadisnya memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian , lalu membuangnya ke berbagai tempat. Polisi pun kadang kesulitan mengidentifikasi korban karena tubuh tidak utuh, kecuali lewat DNA-nya. Kira-kira apa saja yang membuat pelaku pembunuhan melakukan mutilasi?
Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch, mengatakan setidaknya adatiga hal yang membuat pelaku tega berbuat demikian. Setiap alasan jika terasa kuat bagi pelaku, maka kadar kesadisannya juga makin tinggi. Di samping itu, pemberitaan yang intens soal mutilasi, bisa jadi memunculkan semacam tren bagi orang yang membunuh untuk melakukan hal sama.
Dikutip dari laman Republika, inilah alasan terjadinya mutilasi:
  1. Pelaku merasakaan sakit hati yang mendalam pada korban. Ini dilakukan untuk memuaskan hati si pelaku. Hanya dengan membunuh saja mungkin masih kurang baginya. Dengan mengoyak-oyak tubuhnya dapat meredakan nafsu kemarahan yang terlanjur menguasai pikirannya.
  2. Pelaku mengalami kepanikan usai membunuh. Kepanikan ini misalnya, pelaku berpikir jika tubuh tidak dimutilasi maka nantinya polisi lebih mudah untuk melacak karena korban lebh gampang dikenali. Rasa panik yang bercampur takut ini menjadikan pelaku lebih tega berbuat berlebihan setelah membunuh.
  3. Pelaku mengalami masalah dalam kejiwaannya. Jika penyebabnya adalah psikologis yang terganggu, maka pelaku melakukan itu semua tanpa ada rasa penyesalan. Orang yang terindikasi psikopat, tangannya cukup ringan tangan untuk melakukan pembunuhan termasuk mutilasi. Kesadisan seakan sudah menjadi bagian dari hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar