ad

Kamis, 18 Desember 2014

Begini Cara India Tekan Kasus Perkosaan

Salah satunya menyediakan taksi khusus, yang dikemudikan kaum hawa.

Ilustrasi jok taksi
 
Dugaan pemerkosaan yang dialami seorang wanita oleh sopir taksi Uber yang ditumpanginya, membuat sistem transportasi di India kembali menjadi sorotan. Pemerintah negara tersebut berusaha mencari jalan untuk mengurangi kasus pelecehan seksual. Dan salah satu solusinya adalah menyediakan taksi yang dikemudikan oleh sopir wanita.

Tahun lalu, wilayah bagian Kerala meluncurkan 'She Taxis'. Sebanyak 40 armada taksi berwarna merah muda yang dikemudikan wanita. Taksi ini juga dilengkapi dengan perangkat pelacak wireless dan panick buttons, atau tombol situasi darurat yang terhubung dengan call center.

"Insiden di Delhi menunjukkan perlunya 'She Taxis' di seluruh India," ujar Kepala Eksekutif, PTM Sunish kepada Reuters.

Ia juga mengatakan bahwa 'She Taxis' telah mengangkut 24.000 penumpang dalam sekitar 10.000 perjalanan sejak November 2013. Permintaan pelanggan juga meningkat jauh melebihi jumlah armada taksi.

"Saya merasa aman dan keluarga pun tenang. Kalau tidak, saya terus ditelepon oleh orangtua saya," kata Aswathy Sreekumar, seorang karyawan wanita berusia 25 tahu yang mengaku telah menggunakan layanan taksi tersebut selama tujuh bulan untuk pulang kantor di malam hari.

Meningkatnya kejahatan seksual telah mendorong daerah-daerah di India dan perusahaan kecil untuk meluncurkan layanan taksi yang dikemudikan oleh wanita. Hal tersebut dimulai setelah pada Desember 2012 muncul protes atas pemerkosaan seorang wanita muda di bus kota.

Sebagai informasi, transportasi umum India adalah keempat yang paling berbahaya di dunia bagi wanita. Sementara itu keamanan India di malam hari menempati urutan kedua terburuk, menurut sebuah jajak pendapat yang belum lama ini dilakukan.

Banyak wanita yang mengalami pelecehan seksual dan transportasi umum dinilai sangat berisiko.

"Insiden taksi Uber meyakinkan orang bahwa Anda akan aman ketika menumpang taksi yang dikemudikan oleh supir wanita," ujar seorang aktivis sosial, Susieben Shah yang memulai Priyadarshini Taxi Service pada tahun 2010 di Mumbai. Saat ini ia berencana memperluas usahanya ke New Delhi dan Bengaluru.

Perusahaan taksi lainnya, Sakha Cabs, dengan 14 armada taksi di ibukota, berencana untuk memperluas layanannya di dekat Jaipur barat dan di Kolkata timur.

Namun, ekspansi dinilai berbagai pihak berjalan lambat. Banyak yang menduga supir taksi wanita akan sulit dicari di masa yang akan datang. Hal tersebut dikarenakan oleh struktur sosial masyarakat India yang didominasi pria. (http://dunia.news.viva.co.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar