ad

Minggu, 30 November 2014

Polisi Hungaria Salahkan Wanita Korban Perkosaan


Polisi Hungaria Salahkan Wanita Korban Perkosaan

Polisi Baranya di Hungaria mengatakan bahwa kekerasan seksual terjadi karena wanita menggoda pria. Pernyataan ini menuai kecaman dari lembaga hak wanita. (Ilustrasi/Thinkstock)
Polisi Hungaria dikecam kelompok pegiat hak-hak wanita karena dianggap menyudutkan perempuan dalam iklan pencegahaan perkosaan terbaru. Dalam iklan tersebut, ditampilkan wanita bukan hanya sebagai korban, tetapi juga pemicu tindak kekerasan seksual.

Kepolisian Baranya County, Hungaria, dalam salah satu pernyataannya mengatakan bahwa penyebab perkosaan bukan hanya pria sebagai pelakunya, tapi wanita sebagai pemicunya.

"Godaan dari wanita muda seringkali memicu kekerasan," ujar pernyataan Kepolisian Baranya pekan lalu.

Usai menyampaikan pernyataan itu, polisi memutar video yang akan dijadikan iklan kampanye pencegahan perkosaan.

Video itu menampilkan seorang wanita-wanita berpakaian seksi yang keluar untuk berpesta, menghampiri dan menggoda seorang pria dengan tudung kepala di luar sebuah klab malam.

Pria itu menghampiri salah satu wanita tersebut dan adegan selanjutnya memperlihatkan perempuan itu telah terkapar di jalan.

Polisi dalam penayangan video itu mengatakan, "Pengalaman menunjukkan hal itu, bahwa untuk mencegah kekerasan seksual, cara wanita berkomunikasi memainkan peranan besar."

Polisi juga mengatakan, jika wanita menggoda pria lalu menolaknya, maka "hal ini akan menyebabkan kemarahan."

Pernyataan tersebut menuai kecaman dari beberapa organisasi hak-hak perempuan yang mengatakan bahwa kampanye itu telah menyudutkan dan menyalahkan wanita ketimbang melihatnya sebagai korban potensial yang harus dilindungi.

"Video ini menakuti dan mempermalukan korban membuat pelakunya tidak mendapatkan hukuman. Tayangan ini memicu misogini dan penghinaan bagi perempuan," ujar pernyataan bersama kelompok hak-hak perempuan Hungaria.

Dalam pernyataannya, kelompok hak perempuan mengatakan polisi seakan mengabaikan bahwa kekerasan seksual terjadi karena keputusan pelakunya, bukan korban.

"Tugas polisi adalah melindungi dan melayani publik, bukannya menyalahkan korban atau calon korban, atau malah mengalihkan tanggung jawab pada mereka," ujar kelompok ini lagi.

Sumber: CNN 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar