ad

Rabu, 01 Oktober 2014

Puluhan Nasabah Adira Protes Aksi Premanisme Debt Collector



Foto: Muhajir Arifin
Puluhan warga berujukrasa di perusahaan leasing Adira Finance cabang Pasuruan, Jalan Soekarno Hatta 88 C-D. Warga memprotes tindakan premanisme oknum debt collector perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembiayaan nasabah saat penarikan sepeda motor yang terlambat membayar. Massa menuntut Adira tak lagi menggunakan jasa preman dalam penyitaan.

"Selama ini dalam aksi penyitaan kendaraan selalu menggunakan aksi-aksi premanisme. Kami menuntut Adira tidak lagi memakai jasa-jasa preman," kata Jafar, salah seorang massa saat berorasi, Kamis (25/9/2014).

Jafar menuding, selama ini perusahaan Adira menggunakan cara-cara preman untuk menyita sepeda motor yang sudah terlambat membayar cicilan kredit. Para petugas yang dibekali Surat Kuasa Penarikan (SKP) mengambil sepeda motor yang disita dan mengenakan Biaya Operasi Penarikan (BOP) sebesar Rp 1,5 juta.

"Bubarkan saja Debt Collector,” tandasnya.

Pihak Adira Finance cabang Pasuruan, tak menampik tuduhan pengunjukrasa dan akan menindaklanjuti tuntutan mereka.

"Keluhan bapak-bapak akan saya dalami dulu, akar masalahnya apa," kata perwakilan Pihak Adira Finance cabang Pasuruan, Purwoko.

Sementara aksi unjukrasa warga berlangsung tertib dalam pengawalan anggota Sabhara Kota Pasuruan. Setelah puas melakukan aksi di kantor Adira, mereka melanjutkan aksi ke kantor DPRD Kota Pasuruan dengan tuntutan yang sama. Aksi ini membuat arus lalu-lintas di jalur Pantura Kota Pasuruan terganggu.(news.detik.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar